Pada hari Minggu (28/03) pukul 10.20 WITA  terjadi aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Menurut Pakar Terorisme asal Universitas Indonesia, Ridwan Habib, aksi ini diduga memiliki motif dendam yang berkaitan dengan peristiwa teroris yang ditembak mati aparat pada Januari lalu.

Sebelum terjadi ledakan bom bunuh diri, para jemaat gereja Katedral baru saja selesai melaksanakan Misa Minggu Palma. Menurut polisi, terduga pelaku terdiri dari dua orang yang merupakan suami istri yang berboncengan menaiki sepeda motor dan ingin masuk menerobos ke dalam gereja.

Dugaan sementara, pelaku merupakan bagian dari kelompok militan (JAD) yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina ( sebutkan bulan thn berapa). Akibat peristiwa ini, 20 orang mengalami luka ringan hingga berat termasuk petugas gereja dan jemaat.

Aksi bom bunuh diri ini menuai banyak sekali perhatian dari netizen yang mengutuk aksi terrorisme ini, hal ini terlihat dari banyaknya netizen yang menggunakan tagar #LawanAksiTerorisme di Twitter. Hingga saat berita ini dibuat, sebanyak 31.7K cuitan dibuat oleh netizen dengan menggunakan tagar #LawanAksiTerorisme.

Artikel sebelumyaKepala BNPT: Bulan Madu dengan Cara Bom Bunuh Diri Jauh dari Nilai Agama
Artikel berikutnyaPolri Ungkap 7 Terduga Teroris yang Ditangkap Terkait Bom di Makassar Jaringan JAD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here