Ritual Unik Atlet Olimpiade Paris 2024
Ritual Unik Atlet Olimpiade Paris 2024

Arahkompas.com – Ketika berbicara tentang kompetisi olahraga tingkat dunia seperti Olimpiade Paris 2024, perasaan cemas, takut, dan gugup adalah hal yang lumrah dirasakan oleh para atlet. Tekanan untuk mewakili negara dan mengharapkan hasil maksimal di tengah jutaan pasang mata yang menyaksikan bisa menjadi beban tersendiri. Meski demikian, banyak atlet menemukan cara-cara unik untuk mengatasi tekanan ini dan tampil optimal di lapangan. Berikut adalah beberapa ritual unik yang dilakukan oleh para atlet sebelum bertanding di Olimpiade Paris 2024.

1. Rafael Nadal (Tenis) – Spanyol

Petenis Spanyol Rafael Nadal memiliki serangkaian ritual yang ketat sebelum bertanding. Menurut laporan dari CNN Indonesia, Nadal selalu mandi dengan air dingin 45 menit sebelum pertandingan. Selain itu, ia menyiapkan dua jenis minuman: air putih dan minuman berenergi, yang diminumnya dengan urutan tertentu, yakni minuman berenergi terlebih dahulu, baru air putih.

Nadal juga selalu memastikan kaus kakinya setinggi dan sesimetris mungkin. Dalam tasnya, ia membawa satu raket di tangan dan lima raket cadangan. Ritual lainnya termasuk melompat-lompat di depan net saat melakukan tos koin dan urutan khusus saat melakukan servis: membenarkan celana dalam, mencubit kaus di pundak, memegang hidung, dan membenarkan rambut ke belakang telinga.

2. Naomi Osaka (Tenis) – Jepang

Petenis Jepang Naomi Osaka juga memiliki persiapan unik sebelum bertanding. Berdasarkan laman resmi Olympics, juara Grand Slam empat kali ini selalu mengatur botol air minumnya di lapangan dengan sangat spesifik. Ia memastikan semua botol air menghadap ke arah yang sama dan ditempatkan dalam urutan tertentu. Ketelitian ini dianggapnya penting untuk menjaga konsentrasi selama pertandingan.

3. Gianmarco Tamberi (Lompat Tinggi) – Italia

Atlet lompat tinggi Italia Gianmarco Tamberi memiliki ritual yang cukup menarik perhatian. Sebelum bertanding di fase kualifikasi, ia akan mencukur setengah jenggotnya. Jika lolos ke final, ia baru mencukur habis sisanya. Tamberi percaya bahwa ritual ini membawa keberuntungan dan juga memberikan hiburan bagi para penonton.

Baca juga: Menteri PUPR Ungkap Alasan Bandara VVIP IKN Belum Siap untuk HUT RI ke-79

4. Carissa Moore (Selancar) – Amerika Serikat

Carissa Moore, peselancar Amerika Serikat yang sudah lima kali juara dunia, memiliki ritual unik dengan mengandalkan kaus kaki keberuntungan milik suaminya. Menurutnya, keberuntungan ada pada kaus kaki tersebut, dan semua kekalahannya terjadi saat suaminya tidak mengenakan kaus kaki itu. Moore percaya bahwa ritual ini memberikan dorongan positif saat bertanding.

5. Tom Daley (Loncat Indah) – Inggris

Tom Daley, atlet loncat indah Inggris, terkenal dengan kebiasaannya merajut di sela-sela pertandingan. Kebiasaan ini dimulai sejak Olimpiade Tokyo 2021. Daley merajut sweater bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk putranya. Ia mengunggah hasil rajutannya ke akun Instagram @tomdaley dan menyatakan bahwa aktivitas merajut membantu mengurangi stres dan overthinking.

6. Vashti Cunningham (Lompat Tinggi) – Amerika Serikat

Vashti Cunningham, atlet lompat tinggi Amerika Serikat, memiliki ritual yang cukup unik. Ia selalu menonton film “Kill Bill” malam sebelum bertanding. Selain itu, ia mengikuti sesi pendalaman Alkitab bersama ayahnya sebelum pertandingan. Kombinasi antara hiburan dan spiritualitas ini diyakini Cunningham memberikan keseimbangan dan ketenangan sebelum bertanding.

7. Darlan Souza (Voli) – Brasil

Darlan Souza, pemain voli Brasil, memiliki ritual yang berbeda dari yang lain. Sebagai penggemar berat anime Naruto, setiap kali akan melakukan servis, ia menirukan gerakan jutsu dari anime tersebut. Ritual ini memberikannya semangat dan keberanian untuk tampil maksimal di lapangan.

Ritual unik yang dilakukan oleh para atlet ini tidak hanya menjadi hiburan bagi mereka dan penonton, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme untuk mengatasi tekanan psikologis yang besar saat bertanding di ajang sebesar Olimpiade Paris 2024. Dengan menemukan cara-cara pribadi untuk menjaga fokus dan mengurangi stres, mereka dapat tampil lebih percaya diri dan optimal di lapangan. Atlet-atlet ini mengajarkan kita bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik, tetapi juga oleh kesejahteraan mental dan emosional yang mereka ciptakan melalui ritual-ritual khusus.

Sumber: Beautynesia.

Artikel sebelumyaMenteri PUPR Ungkap Alasan Bandara VVIP IKN Belum Siap untuk HUT RI ke-79
Artikel berikutnyaInvestasi IKN Capai Rp56,2 Triliun, Jokowi Paparkan Rencana Pembangunan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments