Arahkompas.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan konsep berbeda untuk perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Salah satu sorotan utama adalah penunjukan grup band D’Masiv sebagai penampil utama di panggung Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Keputusan ini mencerminkan upaya pemerintah daerah menghadirkan perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat pesan positif bagi masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kehadiran D’Masiv di momen pergantian tahun merupakan permintaan khusus. Ia berharap lagu “Jangan Menyerah” dapat dibawakan tepat saat detik-detik menuju tahun baru. Menurutnya, pesan dalam lagu tersebut relevan dengan semangat kebersamaan dan optimisme yang ingin disampaikan kepada warga Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa memilih lagu dengan pesan kuat bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, ia secara khusus meminta agar lagu tersebut menjadi bagian utama dalam rangkaian acara di Bundaran HI. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin momentum pergantian tahun dimaknai lebih dalam, tidak sekadar hiburan, tetapi juga refleksi dan dorongan semangat bagi masyarakat.
Selain D’Masiv, sejumlah artis ibu kota juga telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan malam tahun baru di berbagai titik. Namun demikian, hingga kini pemerintah daerah belum mengungkapkan daftar lengkap para pengisi acara. Pemprov DKI memastikan bahwa hiburan musik tetap menjadi bagian penting, dengan mempertimbangkan keragaman selera warga Jakarta.
Di sisi lain, perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta akan berlangsung tanpa pesta kembang api. Kebijakan ini menandai perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih untuk menghadirkan alternatif hiburan visual berupa atraksi video mapping dan pertunjukan drone di sejumlah lokasi ikonik.
Beberapa titik yang direncanakan menjadi pusat atraksi visual antara lain Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI. Pertunjukan drone akan menampilkan visual tematik yang menggambarkan perhatian pemerintah terhadap berbagai wilayah di Indonesia. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat tanpa mengandalkan kembang api.
Pramono Anung menyampaikan bahwa pilihan menggunakan video mapping dan drone merupakan bagian dari pendekatan kreatif dalam merayakan tahun baru. Selain itu, kebijakan ini juga mempertimbangkan aspek ketertiban dan kenyamanan publik. Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat menikmati suasana pergantian tahun dengan aman dan tertib.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menambahkan bahwa rangkaian acara malam tahun baru akan dimulai sejak pukul 19.00 WIB. Sejak waktu tersebut, hiburan musik akan mengisi panggung-panggung utama di titik perayaan yang telah ditentukan.
Selain hiburan, Pemprov DKI Jakarta juga akan menyisipkan agenda doa bersama atau muhasabah. Kegiatan ini direncanakan berlangsung menjelang tengah malam. Waktu pelaksanaan muhasabah masih bersifat fleksibel, menyesuaikan situasi di lapangan. Namun, pemerintah memastikan kegiatan tersebut tidak akan berlangsung terlalu lama agar rangkaian acara tetap berjalan lancar.
Lebih lanjut, Eliawati menjelaskan bahwa prosesi hitung mundur menuju Tahun Baru 2026 tetap akan dilaksanakan. Meskipun tanpa kembang api, momen pergantian tahun tetap menjadi puncak acara yang dinantikan masyarakat. Pemerintah berharap suasana kebersamaan tetap terasa meski konsep perayaan berbeda.
Seiring dengan kebijakan tanpa kembang api, Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tidak membawa atau menyalakan kembang api secara pribadi di lokasi perayaan. Imbauan ini bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan bersama selama berlangsungnya acara.
Dengan rangkaian acara yang telah disiapkan, Pemprov DKI Jakarta berharap perayaan Tahun Baru 2026 dapat berjalan kondusif dan memberikan pengalaman yang berkesan. Kehadiran D’Masiv dengan lagu “Jangan Menyerah” diharapkan menjadi simbol semangat baru bagi warga Jakarta dalam menyambut tahun yang akan datang.

