Bekasi — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri meningkatkan pengawasan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada hari terakhir pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus balik Lebaran tetap berjalan lancar hingga seluruh pemudik kembali ke wilayah tujuan masing-masing.
Pengawasan tersebut difokuskan di Km 29 Tol Japek dengan memanfaatkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Drone Patrol Presisi. Sistem ini memungkinkan pemantauan lalu lintas dari udara secara real time, sekaligus mendeteksi pelanggaran yang tidak terjangkau kamera statis di sepanjang jalan tol.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus, menegaskan bahwa pemanfaatan drone menjadi bagian dari strategi pengawasan modern. Ia menyatakan bahwa meskipun masa KRYD memasuki hari terakhir, pengamanan tetap dilakukan secara maksimal. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya menjaga kelancaran arus balik hingga tuntas.
Menurut Agus, teknologi ETLE Drone Patrol Presisi mampu menjangkau titik-titik rawan yang sulit diawasi secara konvensional. Dengan sistem ini, setiap pelanggaran, khususnya oleh kendaraan sumbu tiga ke atas, dapat terekam secara otomatis dan langsung terhubung dengan sistem penegakan hukum nasional.
Data yang dihimpun Korlantas Polri menunjukkan bahwa sedikitnya 35 kendaraan sumbu tiga telah dikenai tindakan karena melanggar aturan operasional dengan tetap melintas di Tol Japek. Penindakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan pribadi yang mendominasi pergerakan arus balik.
Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lalu lintas di sejumlah titik krusial. Berdasarkan laporan pada Minggu siang sekitar pukul 12.45 WIB, arus kendaraan di Exit Tol Km 29 serta ruas Tol Layang MBZ terpantau lancar di kedua arah. Kondisi ini menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas dan pengawasan yang dilakukan mampu menjaga stabilitas arus kendaraan.
Meski demikian, Korlantas Polri tetap mempertahankan kesiapsiagaan personel di lapangan. Petugas terus mengawal sisa pemudik gelombang kedua yang masih bergerak menuju Jakarta. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama pada titik pertemuan arus kendaraan.
Agus menambahkan bahwa keberlanjutan pengawasan hingga hari terakhir KRYD mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Walaupun Operasi Ketupat secara resmi telah berakhir beberapa hari sebelumnya, kehadiran petugas dan teknologi pendukung tetap dipertahankan guna memastikan seluruh rangkaian arus mudik dan balik berjalan aman.
Pendekatan berbasis teknologi juga dinilai mampu meningkatkan efektivitas penegakan hukum di jalan. Data pelanggaran yang terekam oleh drone tidak hanya menjadi alat bukti, tetapi juga langsung melalui proses validasi dalam sistem ETLE nasional. Dengan demikian, proses penindakan dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, Korlantas Polri juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas. Disiplin berkendara dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan selama perjalanan, terutama di masa arus balik yang masih menyisakan pergerakan kendaraan dalam jumlah signifikan.
Penerapan teknologi drone dalam pengawasan lalu lintas menjadi salah satu inovasi yang terus dikembangkan. Selain meningkatkan jangkauan pemantauan, metode ini juga memberikan fleksibilitas dalam merespons dinamika kondisi di lapangan. Ke depan, sistem serupa diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai ruas jalan strategis.
Dengan berakhirnya masa KRYD, Korlantas Polri berharap seluruh rangkaian arus balik Lebaran dapat ditutup dengan kondisi yang aman dan terkendali. Sinergi antara petugas, teknologi, dan kedisiplinan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan perjalanan yang selamat hingga ke tujuan akhir.

