Koridor Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) kembali menjadi perhatian utama menjelang arus mudik Lebaran 2026. Jalur tersebut selama ini berperan penting sebagai lintasan pemudik lintas provinsi dari wilayah barat Pulau Jawa menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Menyadari tingginya mobilitas masyarakat, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai melakukan pemetaan dini terhadap potensi hambatan di sepanjang jalur tersebut.
Langkah awal dilakukan melalui peninjauan langsung bersama para pemangku kepentingan terkait. Fokus utama peninjauan diarahkan pada wilayah Jawa Tengah, yang kerap menjadi titik temu arus kendaraan dari berbagai daerah. Dalam kegiatan tersebut, Korlantas menilai kesiapan infrastruktur jalan sekaligus mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik dan arus balik.
Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Pol Prianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan pemaparan kondisi lalu lintas dari satuan kewilayahan. Sejumlah polres di jalur Pantura, seperti Brebes dan Tegal, menyampaikan gambaran situasi serta tantangan yang kerap muncul saat musim mudik. Selain itu, masukan teknis juga diperoleh dari Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) terkait kondisi jalan nasional yang akan dilalui pemudik.
Dari hasil pemetaan awal, Korlantas mencatat beberapa titik krusial yang memerlukan perhatian khusus. Dua lokasi yang disorot adalah Pertigaan Klonengan dan Underpass Prupuk. Kedua titik tersebut dinilai rawan menimbulkan perlambatan lalu lintas, terutama saat curah hujan tinggi bertepatan dengan lonjakan volume kendaraan.
Underpass Prupuk, khususnya, telah lama dikenal sebagai titik rawan genangan di jalur Pantura. Letaknya berada di jalur utama pergerakan pemudik lintas provinsi. Pada musim mudik sebelumnya, genangan air di lokasi ini sering memicu antrean panjang, sehingga mengganggu kelancaran perjalanan. Faktor geografis menjadi penyebab utama, karena aliran air dari wilayah yang lebih tinggi bermuara di titik yang lebih rendah.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Korlantas Polri melakukan koordinasi intensif dengan BPJN. Salah satu langkah mitigasi yang disiapkan adalah penempatan 11 unit pompa air di area rawan genangan. Pompa tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan air yang mengumpul saat hujan, sehingga arus kendaraan tetap dapat bergerak.
Melalui berbagai upaya antisipatif ini, Korlantas berupaya meminimalkan potensi gangguan selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Dengan perencanaan yang matang dan sinergi lintas instansi, perjalanan masyarakat di jalur Pantura dan Pansela diharapkan berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar.





