Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolri Tegaskan Komitmen Mudik Aman Keluarga Bahagia
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolri Tegaskan Komitmen Mudik Aman Keluarga Bahagia

Pemerintah bersama aparat keamanan resmi memulai rangkaian pengamanan arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kegiatan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolri dan Panglima TNI di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Apel ini menjadi simbol dimulainya operasi pengamanan nasional yang bertujuan memastikan perjalanan masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri berlangsung aman, tertib, dan lancar. Selain itu, kegiatan tersebut juga menegaskan sinergi antara TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di masa libur Lebaran.

Pelaksanaan apel berlangsung secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Di tingkat pusat, sebanyak 3.363 personel gabungan mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai unsur, termasuk kepolisian, TNI, serta lembaga yang memiliki peran dalam pengamanan dan pelayanan publik selama masa mudik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel. Penyematan dilakukan secara simbolis oleh Kapolri dan Panglima TNI sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat 2026. Prosesi tersebut menjadi simbol kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat selama periode Lebaran.

Dalam amanatnya, Kapolri menegaskan bahwa apel gelar pasukan memiliki peran penting sebagai tahap akhir pengecekan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi. Pemeriksaan tersebut mencakup kesiapan personel, peralatan, serta sarana pendukung yang akan digunakan selama operasi berlangsung.

Menurut Kapolri, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan koordinasi lintas sektor. Dengan koordinasi yang baik, seluruh pihak diharapkan mampu menjalankan peran masing-masing secara optimal demi kelancaran arus mudik dan balik.

Ia menekankan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengamanan lalu lintas, tetapi juga merupakan upaya menyeluruh untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman. Oleh karena itu, seluruh personel diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Setelah penyampaian amanat, Kapolri bersama Panglima TNI melakukan pemeriksaan terhadap barisan pasukan serta kendaraan operasional yang akan digunakan dalam pengamanan mudik Lebaran. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis seluruh perlengkapan yang akan mendukung pelaksanaan operasi di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga menyerahkan bantuan kendaraan operasional berupa 150 unit sepeda motor trail KLX 150 CC. Kendaraan tersebut disalurkan kepada tiga kepolisian daerah, yaitu Polda Aceh, Polda Sumatera Utara, dan Polda Sumatera Barat.

Penyerahan bantuan kendaraan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas petugas di lapangan, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis menantang. Sepeda motor trail dinilai mampu membantu personel menjangkau lokasi yang sulit diakses kendaraan biasa sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan optimal.

Selain itu, Kapolri turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan nasional selama masa mudik Lebaran. Menurutnya, situasi global yang dinamis menuntut seluruh aparat keamanan untuk tetap waspada sekaligus menjaga kondusivitas di dalam negeri.

Ia menjelaskan bahwa kelancaran arus mudik memiliki dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan keselamatan perjalanan, tetapi juga berperan dalam menjaga aktivitas ekonomi selama periode libur Lebaran.

Mobilitas masyarakat yang tinggi selama mudik dinilai dapat mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah. Oleh karena itu, keberhasilan pengamanan mudik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Kapolri juga mengingatkan seluruh personel agar terus meningkatkan soliditas serta kerja sama antarinstansi selama menjalankan tugas. Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat hanya dapat dicapai melalui koordinasi yang kuat antara seluruh pihak yang terlibat.

Ia berharap setiap personel dapat menjalankan tugas secara profesional serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan merasakan kehadiran negara dalam menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan mudik.

Menjelang akhir amanatnya, Kapolri menyampaikan pesan kepada seluruh petugas yang akan bertugas di berbagai pos pengamanan maupun pos pelayanan. Ia meminta seluruh personel menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari pengabdian.

Operasi Ketupat 2026 sendiri menjadi agenda tahunan yang bertujuan memastikan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran berjalan optimal. Melalui kolaborasi antara TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait, pemerintah berharap masyarakat dapat melaksanakan perjalanan ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Selain itu, operasi ini juga diharapkan mampu menjaga ketertiban lalu lintas serta stabilitas keamanan selama perayaan Idul Fitri.

Artikel sebelumyaOperasi Ketupat 2026, Kakorlantas dan Menhub Doa Bersama Jelang Pengamanan Mudik
Artikel berikutnyaApel Operasi Ketupat 2026 di Monas, Kapolri Salurkan Bantuan Kendaraan ke Tiga Polda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments