Jakarta – 85 sekolah di DKI Jakarta menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai besok. Pembelajaran dilakukan seminggu sekali secara bergiliran.
Adapun, pembelajaran tatap muka dijalankan oleh siswa SD kelas IV hingga SMA kelas XII. Setelah ruangan digunakan untuk sekolah, keesokan harinya ruangan disemprot disinfektan
“Jadi (semisal) di hari Senin itu yang belajar tatap muka SD kelas 4, SMP kelas 7, dan SMA kelas 10. Kelas 1,2,3, dan PAUD belajar dari rumah. Untuk Selasa seluruh ruangan disemprot desinfektan antisipasi jika ada virus yang tertinggal di sekolah,” kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Taga Raja saat dihubungi, Selasa (6/4/2021).
“Hari Rabu yang PTM SD kelas 5, SMP 8, dan SMA kelas 11, kemudian Kamis desinfektan lagi. Hari Jumat SD kelas 9, SMP kelas 10, SMA kelas 12,” sambungnya.
Selain itu, kapasitas ruang kelas dibatasi hanya 50% dari kondisi normal. Terkait teknis pembelajaran, Disdik DKI menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah sesuai kondisi di lapangan. Termasuk, mengenai durasi pembelajaran sekolah tatap muka.
“SD 32 (siswa), SMP dan SMA 40 per kelas. Maksimal 50 persen per kelas,” terang Taga.
Seperti diketahui, sekolah yang akan melakukan uji coba belajar tatap muka ini tersebar di lima wilayah kabupaten kota di DKI Jakarta. Rinciannya, ada 1 sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 18 sekolah di Jakarta Barat dan 6 sekolah di Jakarta Utara.
Berdasarkan data yang dipaparkan Disdik DKI Jakarta, kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga ditiadakan. Materi pembelajaran tatap muka hanya untuk mata pelajaran esensial yang dinilai tak efektif jika dilakukan secara daring. Pemprov DKI juga menentukan kriteria pembukaan sekolah diantaranya pengaturan jarak tempat duduk 1,5 meter antar siswa.
Simak juga ‘Bagaimana Teknis Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Terbatas?’:
(isa/isa)