Pelaksanaan Operasi Zebra 2025 memasuki hari ketiga pada Rabu, 19 November, dengan catatan peningkatan aktivitas yang signifikan di seluruh jajaran Korps Lalu Lintas Polri serta Kepolisian Daerah di Indonesia. Kenaikan kegiatan pada aspek edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum menunjukkan konsistensi jajaran kepolisian dalam mengikuti arahan pimpinan dan memperkuat pola pengamanan lalu lintas yang berbasis data.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri menyampaikan bahwa peningkatan besar pada seluruh jenis kegiatan merupakan indikator kesiapan wilayah. Ia menekankan pentingnya analisis harian untuk memperbarui langkah lapangan. Menurutnya, pola tersebut menggambarkan prinsip pengamanan yang memanfaatkan data secara komprehensif sehingga setiap satuan dapat menyesuaikan strategi secara akurat.
Edukasi Keselamatan Meningkat Hampir Lima Kali Lipat
Kegiatan edukasi keselamatan lalu lintas menjadi sektor dengan lonjakan paling menonjol. Total kegiatan pembinaan dan penyuluhan selama hari ketiga naik drastis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data internal, kegiatan Binluh meningkat dari 4.258 aktivitas menjadi 25.398 kegiatan. Peningkatan lebih dari 496 persen ini menunjukkan komitmen kuat jajaran kepolisian dalam menyasar kelompok masyarakat usia produktif dan rentan, termasuk pelajar, mahasiswa, hingga pekerja industri.
Selain itu, kegiatan penyuluhan melalui ruang digital turut mencetak pertumbuhan positif. Jumlah publikasi media tercatat mencapai lebih dari 229 ribu unggahan atau naik 24,7 persen dibanding tahun lalu. Media sosial menjadi saluran dominan untuk memperluas jangkauan pesan keselamatan. Penyebaran materi edukasi seperti stiker, brosur, dan leaflet juga meningkat, dengan jumlah distribusi mencapai 365.084 atau naik hampir 26 persen.
Upaya Preventif Menguat, Ramp Check Melonjak Tajam
Pada sektor preventif, Operasi Zebra 2025 juga mencatat kenaikan besar terutama dalam kegiatan ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan. Kegiatan ramp check pada hari ketiga meningkat 913 persen dibanding tahun lalu. Pemeriksaan bersama sekolah, kampus, dan perusahaan bahkan melonjak hingga 1.239 persen, menandakan intensitas kepolisian dalam memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang beroperasi di jalan raya.
Secara keseluruhan, kegiatan preventif naik 80,6 persen dan mencapai lebih dari 333 ribu aktivitas. Penempatan personel di titik-titik rawan, patroli, serta pengawasan langsung di lapangan menjadi bagian dari strategi yang didorong untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran arus kendaraan. Adapun giat Turjawali tetap menjadi fondasi pengaturan lalu lintas dengan jumlah mencapai 219.134 kegiatan atau naik 33,3 persen.
Penegakan Hukum Selektif, ETLE Meningkat Pesat
Penegakan hukum pada hari ketiga juga menunjukkan tren peningkatan meski tetap dijalankan secara selektif dan terukur. Total penindakan mencapai 163.236 perkara atau naik 4,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile menjadi kontributor utama dengan peningkatan 197,1 persen.
Sebaliknya, tilang manual mengalami penurunan tajam mencapai 88,4 persen. Penurunan ini mencerminkan kebijakan Polri yang berfokus pada penggunaan teknologi dalam penindakan pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran roda dua, termasuk helm tidak standar dan pengendara di bawah umur, masih mendominasi kasus. Sementara itu, penindakan terkait balap liar pada roda dua meningkat lebih dari 63 persen.
Pemberantasan Balap Liar Diperketat, Angka Kecelakaan Berfluktuasi
Penanganan balap liar menjadi agenda prioritas selama Operasi Zebra 2025. Pada hari ketiga, jajaran kepolisian melaksanakan 106 kegiatan penertiban dan mengamankan 101 unit sepeda motor. Polda Jawa Timur tercatat sebagai wilayah dengan intensitas penindakan tertinggi. Instruksi diberikan agar kegiatan ini berjalan konsisten hingga menjelang Tahun Baru 2026 untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan keselamatan.
Sementara itu, jumlah kecelakaan pada hari ketiga mencapai 207 kasus dengan 22 korban meninggal dunia. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dua hari pertama sehingga pemetaan kecelakaan dari hari pertama hingga ketiga diminta dilakukan secara menyeluruh. Pemetaan ini akan dijadikan dasar prioritas pengamanan pada pekan kedua Operasi Zebra dan menjadi acuan awal bagi persiapan Operasi Lilin 2025.
Ajakan untuk Meningkatkan Kesadaran Keselamatan
Kepala Korlantas mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan Operasi Zebra 2025 dengan mematuhi aturan berlalu lintas. Menurutnya, keselamatan jalan raya merupakan hasil kolaborasi antara petugas, komunitas, dan pengguna jalan. Ia juga menegaskan bahwa operasi ini akan dijalankan secara profesional, humanis, dan konsisten hingga hari terakhir pelaksanaan.





