Operasi Zebra 2025 Resmi Ditutup, Hari Keempat Belas Tegaskan Stabilitas, Edukasi dan Konsistensi Penegakan
Operasi Zebra 2025 Resmi Ditutup, Hari Keempat Belas Tegaskan Stabilitas, Edukasi dan Konsistensi Penegakan

Operasi Zebra 2025 resmi berakhir pada Hari Keempat Belas dengan catatan stabil pada seluruh aspek edukasi, pencegahan, penegakan hukum, hingga persepsi publik. Pelaksanaan pada penutupan operasi dinilai mencerminkan kedisiplinan struktural, efektivitas komando, serta kesiapan jajaran kepolisian dalam menghadapi dinamika mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonogroho, S.H., M.Hum., menyatakan bahwa ritme operasi pada H14 menunjukkan kematangan dan konsistensi seluruh komando. Ia menilai, stabilitas sampai hari terakhir menjadi indikator keberhasilan pengendalian operasi secara menyeluruh. Koordinasi antara Korlantas dan Polda jajaran disebut berjalan efektif, terlihat dari kualitas pelayanan yang tetap terjaga meskipun intensitas tugas meningkat pada fase akhir. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh Dirlantas dan personel yang telah bekerja penuh waktu menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah.

Edukasi Berlalu Lintas Tetap Intens hingga Penutupan Operasi

Pada sektor pre-emtif, kegiatan edukasi tetap berlangsung masif hingga H14. Tercatat 1.154.081 kegiatan bimbingan dan penyuluhan, mulai dari sambang komunitas, sosialisasi di sekolah dan kampus, hingga kegiatan di perusahaan dan pabrik. Interaksi tersebut menyasar kelompok produktif yang dianggap memiliki risiko tinggi terhadap pelanggaran jalan raya. Pola edukasi ini menunjukkan bahwa upaya pembentukan budaya tertib berlalu lintas tidak berhenti pada fase awal, tetapi dipertahankan hingga hari terakhir.

Selain itu, penyebaran materi keselamatan mencapai 5.633.164 kegiatan dalam bentuk spanduk, leaflet, stiker, dan billboard. Distribusi masif ini menandakan kuatnya kampanye visual di ruang publik. Kakorlantas menilai rangkaian pre-emtif tersebut dapat menjadi referensi bagi operasi berikutnya sebagai upaya bertahap membentuk perilaku masyarakat.

Kegiatan Preventif Jaga Stabilitas Arus Kendaraan Nasional

Kegiatan preventif mencatat 4.049.430 kegiatan sepanjang operasi. Pengawasan dilakukan melalui ramp check, pengecekan kelengkapan di sekolah dan perusahaan, penempatan personel pada titik rawan, patroli, hingga turjawali yang mendominasi jumlah kegiatan. Lonjakan kegiatan preventif memperlihatkan bahwa jajaran mampu memetakan wilayah berisiko dan mengendalikan arus lalu lintas secara adaptif sejak awal hingga akhir operasi.

Ramp check pada transportasi publik berperan dalam memastikan keamanan perjalanan masyarakat. Sementara itu, pengawasan di institusi pendidikan dan perusahaan menunjukkan keterlibatan lintas sektor dalam menjaga keselamatan jalan. Menurut Kakorlantas, pola preventif berlapis seperti ini perlu dilanjutkan karena berdampak langsung pada penurunan potensi gangguan lalu lintas.

Penegakan Hukum 1,97 Juta Kasus Tekankan Pola Modern dan Humanis

Pada aspek penindakan, tercatat 1.970.502 penegakan hukum sepanjang Operasi Zebra 2025. Dominasi teguran sebanyak 1.735.687 dan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menunjukkan arah penegakan hukum yang lebih modern, objektif, dan minim friksi. ETLE statis tercatat 105.031 kasus, sedangkan ETLE mobile mencapai 107.260 kasus. Adapun tilang manual diterapkan secara selektif pada pelanggaran yang dipandang berbahaya.

Kakorlantas menilai bahwa keseimbangan antara penegakan hukum berbasis teknologi dan pendekatan humanis menjadi pola ideal bagi masyarakat yang sedang bertransisi menuju perilaku tertib berlalu lintas.

Balap Liar dan Perlindungan Pejalan Kaki Tetap Jadi Prioritas

Sepanjang operasi, terdapat 1.425 penindakan balap liar yang dilakukan melalui pembubaran kerumunan, pemeriksaan kendaraan, hingga pendataan pelaku. Aktivitas ini menekan potensi kecelakaan fatal pada malam hari.

Selain itu, 4.930 kegiatan perlindungan pejalan kaki dilaksanakan, terutama pada zona sekolah, penyeberangan umum, dan kawasan padat aktivitas. Penempatan personel bertujuan memastikan kelompok rentan mendapat perlindungan optimal.

Kakorlantas menegaskan bahwa penindakan balap liar dan perlindungan pejalan kaki harus terus menjadi perhatian meskipun operasi telah berakhir, karena keduanya berpengaruh langsung pada persepsi publik terhadap kehadiran polisi.

Data Laka Lantas Jadi Dasar Mitigasi Lanjutan

Pada H14, terjadi 3.288 kecelakaan lalu lintas dengan korban 361 meninggal dunia, 542 luka berat, dan 4.111 luka ringan. Kerugian material mencapai Rp 6,59 miliar. Data tersebut menjadi tantangan bagi jajaran untuk melakukan analisis cepat terhadap titik rawan dan pola kejadian.

Hasil awal menunjukkan bahwa sejumlah kecelakaan terjadi pada jam kritis, sehingga membutuhkan penataan ulang rekayasa lalu lintas dan peningkatan pengawasan pada waktu tertentu. Kakorlantas meminta seluruh Polda segera menindaklanjuti evaluasi ini sebagai langkah persiapan Operasi Lilin 2025.

Pantauan Media Perlihatkan Sentimen Publik Positif

Pantauan publikasi mencapai 3.648.540 unggahan dari berbagai platform. Media sosial mencatat jumlah terbanyak, disusul media elektronik, media cetak, dan laporan rawan laka. Tingginya volume publikasi menunjukkan bahwa Operasi Zebra 2025 mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Sentimen publik cenderung positif, terutama terhadap aksi humanis, edukasi lapangan, dan penggunaan teknologi ETLE. Beberapa wilayah dinilai berhasil dalam dokumentasi kegiatan lapangan, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Arah Kebijakan Pascaoperasi: Konsolidasi dan Penguatan

Kakorlantas memberikan delapan arahan strategis sebagai tindak lanjut. Instruksi tersebut mencakup penguatan kegiatan pre-emtif dan preventif, pengembangan ETLE, penindakan balap liar, perlindungan pejalan kaki, antisipasi kecelakaan melalui pemetaan ulang titik rawan, hingga peningkatan manajemen komunikasi publik.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Zebra menjadi dasar pengembangan strategi keselamatan menjelang Operasi Lilin 2025. Data H14 disebut sebagai instrumen penting dalam menentukan prioritas wilayah ke depan.

Artikel sebelumyaKakorlantas Tinjau Kesiapan Smart City Yogyakarta untuk Pengamanan Nataru 2025-2026
Artikel berikutnyaOperasi Zebra 2025 Usai, Jajaran Lalu Lintas Diminta Perkuat Tindakan Preventif
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments