Berlin

Inggris, Jerman dan Prancis mengecam serangan pemberontak Houthi di bandara Arab Saudi pada Kamis (11/2). Dalam pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri ketiga negara menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran hukum internasional”.

“Serangan drone bersenjata di Bandara Abha seperti ini, termasuk yang menargetkan wilayah sipil menggambarkan ancaman serius untuk stabilitas kawasan,” tulis pernyataan seperti dilansir AFP, Jumat (12/2/2021)

Serangan drone bersenjata yang diluncurkan Houthi menyebabkan sebuah pesawat sipil terbakar. Serangan terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat akan menghapus Houthi dari daftar teroris.

Gambar yang dirilis oleh media pemerintah menunjukkan bekas menghitam di sisi pesawat setelah serangan itu. kejadian itu terjadi di hari yang sama ketika utusan khusus AS untuk Yaman, Timothy Lenderking bertemu dengan Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan di Riyadh untuk melakukan pembicaraan.

Serangan itu, yang diklaim oleh Houthi, adalah salah satu dari serangkaian serangan pemberontak di Arab Saudi meski sudah ada dorongan dari AS untuk meredakan konflik Yaman.

“Kami menegaskan kembali komitmen terhadap keamanan dan integritas wilayah Saudi, dan menegaskan kembali dukungan untuk penyelesaian segera konflik Yaman yang akan membawa stabilitas yang sangat dibutuhkan di kawasan,” kata Jerman, Inggris dan Prancis dalam pernyataan bersama mereka.

Pada hari Kamis (11/2) Pasukan Arab Saudi kembali mencegat drone bersenjata yang ditembakkan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Serangan drone ini dilakukan sehari setelah serangan di sebuah bandara di Arab Saudi, yang menyebabkan sebuah pesawat sipil terbakar.

Simak Video: Pesawat Sipil di Arab Saudi Diserang Houthi

[Gambas:Video 20detik]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here