Denpasar

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali mengerahkan tim guna membantu pencarian Andrei Kovalenka alias Andrew Ayer, buron Interpol yang kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai. Tim dari Unit Reserse Mobil (Resmob) saat ini sudah berada di lapangan untuk mengejar yang bersangkutan.

“Unit kami dari Unit Resmob sudah turun dengan di-backup oleh Satlantas,” kata Direskrimum Polda Bali Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro saat dihubungi detikcom, Selasa (16/2/2021) pagi.

Dalam proses pencarian itu, tim resmob Polda Bali akan mencari di sejumlah titik khusus. Namun Djuhandhani enggan membeberkan berbagai titik tersebut karena berkaitan dengan teknis pencarian.

“Kalau titik-titik khusus mungkin teknis ya, nggak bisa saya sampaikan. Tapi yang jelas kita sudah di lapangan untuk membantu mencarinya,” terang Djuhandhani.

Djuhandhani berjanji bahwa pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin untuk mencari buron Interpol yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Rusia itu. Bahkan ia akan melakukan pencarian sampai yang bersangkutan berhasil ditangkap. Terlebih pencarian ini dilakukan dengan dukungan berbagai pihak.

“Pokoknya sampai ketangkep,” tegas mantan Kasubdit IV/Poldok Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Putu Suhendra Tresnadita, mengatakan hingga saat ini belum ada kabar terkait kaburnya Andrei Kovalenka. Oleh karena itu, pihaknya masih terus melakukan pencarian di lapangan.

“Ya masihlah kita ke pelabuhan-pelabuhan, di airport masih, titik-titik tertentu yang dicurigai kalau ada yang dilaporkan kita ke sana,” terang Suhendra.

Dalam proses pencarian Andrei Kovalenka, kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai telah membentuk sejumlah tim. Berbagai tim tersebut bergerak sesuai dengan titik-titik yang sudah ditugaskan.

“Kita bentuk tim (untuk ditugaskan) ke Padangbai, Gilimanuk, penyeberangan-penyebaran ada juga. Kadang-kadang juga kita di-backup oleh polisi. Karena ini kan buronan berkelas, artinya kewaspadaan harus tetap tinggi,” terangnya.

Sebelumnya, Andrei Kovalenka melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Badung, pada Kamis (11/2/2021) pukul 13.20 Wita. Ia merupakan buron Interpol yang masuk red notice. Pria pemilik paspor bernomor 7536xx ini sebelumnya telah menjalani hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan.

Setelah masa hukuman pidana berakhir, yang bersangkutan diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 3 Februari 2021 untuk dikenai tindakan administrasi keimigrasian pendeportasian dan pengusulan cekal.

Andrei Kovalenka pada 11 Februari 2021 rencananya akan dipindahkan dari Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rudenim Denpasar. Pemindahan dilakukan karena adanya keterbatasan ruang detensi yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI ngurah Rai.

Saat proses administrasi pemindahan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rudenim Denpasar dalam rangka memperoleh keterangan, mendata, dan menyiapkan surat penyerahan untuk nantinya diambil oleh Interpol, yang bersangkutan dijenguk oleh rekan wanitanya yang bernama Ekaterina Trubkina sekitar pukul 13.20 Wita.

Setelah dijenguk oleh rekan wanitanya tersebut, Andrei Kovalenka menjalankan proses pemeriksaan kembali oleh petugas, tapi saat proses pemeriksaan berlangsung yang bersangkutan menyelinap dari dalam ruang pemeriksaan dan melarikan diri.

Simak juga video ‘Sosok Zulkarnaen Teroris Buronan 18 Tahun Densus 88’:

[Gambas:Video 20detik]

(isa/isa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here