Dua Pendaki Wanita Meninggal di Puncak Carstensz, Evakuasi Terkendala Cuaca
Dua Pendaki Wanita Meninggal di Puncak Carstensz, Evakuasi Terkendala Cuaca

Arahkompas.com – Dua pendaki wanita, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia saat menuruni Puncak Jaya atau Piramida Carstensz, Papua. Keduanya diduga mengalami hipotermia setelah berhasil mencapai puncak gunung setinggi 4.884 meter di atas permukaan laut (MDPL) pada 28 Februari 2025.

Peristiwa tragis ini dikonfirmasi oleh PT Tropis Cartenz Jaya, selaku operator pendakian, yang menyampaikan duka mendalam atas wafatnya kedua pendaki tersebut. “Kami turut berduka cita atas berpulangnya Saudari Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono pada 1 Maret 2025 dalam perjalanan turun dari Puncak Carstensz Pyramid menuju Base Camp Lembah Kuning,” demikian pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resmi PT Tropis Cartenz Jaya, Minggu (2/3).

13 Pendaki Selamat, Termasuk Fiersa Besari

Dalam ekspedisi tersebut, terdapat 13 pendaki lainnya yang selamat, termasuk musisi sekaligus penulis Fiersa Besari. Kepala Kantor SAR Mimika, I Wayan Suyatna, memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik.

“Dari data yang kami terima, 13 orang lainnya termasuk Fiersa Besari selamat, dan di antara mereka terdapat tiga warga negara asing,” kata Wayan, Minggu (2/3).

Para pendaki memulai perjalanan dari Bandara Timika menuju Yellow Valley menggunakan helikopter pada 26 Februari 2025. Mereka kemudian mendaki hingga mencapai puncak pada 28 Februari. Namun, dalam perjalanan turun, dua pendaki wanita mengalami gejala Acute Mountain Sickness (AMS) atau penyakit ketinggian yang berujung pada hipotermia.

Evakuasi Tertunda Akibat Cuaca

Proses evakuasi terhadap korban maupun pendaki lainnya saat ini dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. “Evakuasi terpaksa dihentikan sementara dikarenakan faktor cuaca. Rencananya akan dilanjutkan besok jika kondisi memungkinkan,” jelas Wayan.

Tim penyelamat sempat mengirimkan bantuan darurat, termasuk sleeping bag, fly sheet, dan air panas, untuk membantu korban yang masih bertahan di ketinggian. Namun, kondisi Lilie dan Elsa semakin memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan, pada 28 Februari, tim pendaki melintasi jembatan tyrolean sebelum mencapai puncak. Saat itu, dua pendaki dari kelompok tersebut, Indira dan Saroni, mulai menunjukkan gejala AMS di area bawah puncak atau Teras Besar.

Seorang pendaki bernama Nurhuda kemudian tiba di basecamp sendirian dalam kondisi hipotermia dan segera meminta pertolongan. Seorang pemandu lokal, Yustinus Sondegau, naik kembali ke atas untuk membawa bantuan darurat. Pendaki lain, Dawa Gyalje Sherpa, juga dikerahkan untuk membantu korban di Teras Dua.

Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Kedua pendaki wanita yang berada di Teras Dua dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kondisi kritis akibat AMS dan hipotermia.

Cuaca Ekstrem di Puncak Carstensz

Piramida Carstensz dikenal memiliki kondisi cuaca yang ekstrem dan tidak terduga. Suhu di puncak dapat mencapai di bawah nol derajat Celsius, yang berisiko menyebabkan hipotermia bagi para pendaki yang tidak cukup terlindungi.

Otoritas setempat mengimbau para pendaki untuk lebih memperhatikan kesiapan fisik dan perlengkapan sebelum mendaki gunung dengan medan ekstrem seperti Puncak Carstensz. Proses evakuasi akan terus diupayakan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim penyelamat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pendakian gunung dengan medan ekstrem memerlukan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi terhadap perubahan kondisi alam yang dapat berakibat fatal.

Artikel sebelumyaPT Qudo Buana Nawakara Dampingi Pelatihan Penulisan Berita untuk Personel Korbinmas Baharkam Polri
Artikel berikutnyaWagub DKI Jakarta Rano Karno Tinjau Banjir di Lebak Bulus
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments